Be Carefully Man
Xentala Climber
Wewww……
mari kita share2 disini tentang satu kata kunci penting yang berkenaan dengan olahraga yang cukup menantang dan memaacu adrenalin.
Banyak orang bilang ini adalah olahraga yang kurang berseni. apanya yang kurang berseni coba????
Mungkin mereka semua itu bilang karena mereka tidak pernah mencoba olahraga yang super duper keren ini menurut saya.
Satu hal yang menurut saya penting dalam melakukan pendakian, yaitu
Kelengkapan sebuah alat dan kepercayaan diri kita terhadap keamanan alat tersebut, setelah semua itu terpenuhi langkah selanjutnya adalah bagaimana teknik yang harus kita kuasai dalam melakukan suatu pendakian. Berikut ini akan di jelaskan tentang bagaimana teknik-teknik yang lazim di gunakan dalam mendaki.
Teknik Mendaki :
- Face Climbing :Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir. Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.
- Friction / Slab Climbing :Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.
- Fissure Climbing : Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.
